Kreatif disaat pandemi

Osem sebuah brand fashion dari Indonesia, menggunakan konsep Upcycling untuk menciptakan masker non medis untuk menjaga sesama. Brand fashion yang digawangi oleh Alumni Arsitektur Universitas Indonesia angkatan 2008 ini melihat kebutuhan masyarakat akan masker non medis.

Kebiasaan selalu menyimpan sisa bahan dari karya lainnya ternyata bisa dimanfaatkan menjadi barang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat disaat menghadapi pandemi global akibat wabah Covid-19.

Masker yang terbuat dari bahan katun atau linen yang berasal dari serat natural, dibuat 2 lapis sehingga masih dapat ditambahkan lapisan tissue di tengah kedua bahan. Motif yang cukup acak atau bisa dibilang tidak ada duanya pada setiap masker didapat dari metode teknik jumputan ciri khas dari karya-karya fashion Osem.

Dijual dengan harga yang sangat terjangkau, membuat setiap penjualan masker ini yang hanya dijual melalui Instagram : @_osem , selalu habis dalam hitungan jam. Dan menurut salah satu pendiri Osem - Arichi, Osem hanya akan membuat masker ini dengan konsep Upcycling. Karena selain dapat meminimalisir sampah hasil berkarya, dia ingin juga menunjukkan bahwa Upcycling juga dapat memberikan arti baru dari sisa material yang ditransformasikan secara kreatif.